UAS INTERNETWORKING

NAMA : ELLIZA KURNIA KARDIMAN


NPM : 07231169


KELAS : KA07DX

Jumat, 26 Juni 2009

Manfaat Internet Untuk Bisnis


Written by Mr.Ndy on March 24, 2009 – 3:51 pm -

Manfaat internet sangat tergantung pada produk dan jasa yang akan ditawarkan. Produk yang satu memanfaatkan Internet secara berbeda dengan produk yang lainnya. Tipe atau jenis usaha pun akan turut mempengaruhi cara orang memanfaatkan Internet sebagai sarana bisnisnya, apakah dia seseorang pemasok, distributor atau seorang pengecer.

Berikut ini adalah contoh pemanfaatan dan manfaat Internet sebagai media bisnis:

*) Menciptakan basis bagi klien atau pelanggan
Untuk mendapatkan klien atau pelanggan baru dan menciptakan basis klien tidak selalu dapat diperoleh dengan mudah. Perjuangan untuk memperoleh pelanggan harus melalui berbagai usaha termasuk menganalisa pasar secara hati-hati, pemasaran produk dan mempunyai uji coba basis pelanggan. Internet merupakan salah satu alternatif wadah yang tepat untuk dijadikan sebagai tempat untuk basis pertemuan jutaan orang di seluruh dunia. Dengan demikian untuk mendapatkan pelanggan baru lebih mudah dengan adanya kelompok yang besar di Iternet tersebut.

*) Analisa produk dan pasar
Internet dapat dijadikan tempat yang baik utuk melakukan riset pemasaran karena produsen atau perusahaan dapat langsung berhadapan dengan pelangganya. Analisa pasar akan membantu perusahaan untuk mendapatkan ide dalam pengembangan produk baru yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. Setelah produk itu diluncurkan maka perusahaan pun dapat memperoleh umpan balik sebesar tingkat kepuasan konsumen terhadap produk baru tersebut. Selain itu perusahaan juga dapat mempelajari produk pesaing dengan menelusurinya di Internet. Pemakai Internet dapat memanfaatkan informasi yang ada untuk melakukan analisa produk dan persaingannya. Hal ini sangat mempengaruhi munculnya lowongan untuk cari ide-ide baru!

*) Nasehat dan bantuan pakar di bidangnya
Tidak sedikit pakar yang ada di Internet yang mempublikasikan karya-karya mereka untuk diketahui mereka untuk diketahui secara umum dan mudah diakses. Sangat sering pula kita memperoleh nasehat dan bantuan secara gratis dari para pakar tersebut tentang masalah yang kita hadapi. Jika kita membandingkannya dengan mendapatkan nasihat dari konsultan, maka kita harus membayar dengan harga sangat mahal.

*) Rekruitmen tenaga kerja dan penyedian lowongan kerja
Sekarang ini rekruitmen tenaga kerja melalui Internet semakin digemari oleh perusahaan-perusahaan. Di Internet terdapat banyak sekali daftar lowongan kerja dan bahkan juga pelamar pun sering pula mempromosikan dirinya melalui Internet. Sehingga dengan begitu antara yang membutuhkan
tenaga kerja dan pencari pekerjaan dapat saling bertemu di Internet. Riwayat hidup tidak hanya dapat ditampilkan menggunakan web tetapi fasilitasnya juga ada di Internet seperti newsgroup atau usenet.

*) Akses informasi dan penyebaran informasi
Mempublikasikan berita melalui internet dapat tersebar luas melebihi media lainnya. Dalam hal akses informasi, melalui internet pun jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakan fax atau pos. Kita semua dapat mengakses informasi dan menyebarkan informasi dari dan ke penjuru dunia dan juga dapat membuat hubungan secara interaktif dan langsung melalui komputer. Kontak secara interaktif tersebut akan menarik dengan adanya penggunaan chat dan video conferencing. Akses dan penyebaran informasi melalui Internet dapat terjadi secara murah dan dapat langsung diakses melalui jarak yang jauh.

*) Komunikasi yang cepat dan pengiriman dokumen dengan biaya murah
Berbagai fasilitas yang ada di internet telah banyak membuktikan mampu mempercepat komunikasi dengan orang yang dituju. E-mail adalah salah satu contoh yang telah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mengirim dan menerima dokumen. Chat atau video conferencing juga mempercepat komunikasi yang dilakukan di internet. Internet dapat juga digunakan untuk mentransfer dokumen secara online dalam waktu yang singkat. Seringkali ditemukan keterlambatan atau gagal sampai ke tujuan dalam pengantaran dokumen melalui jasa pengantar seperti pos atau perusahaan jasa lainnya.

*) Peluang bisnis baru
Banyak yang secara terus menerus memanfaatkan Internet untuk mencari ide-ide inovatif dan baru. Pemakai Internet sering memperoleh ide baru tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan penelitiannya di Internet tetapi juga ada nya suasana kooperatif di antara pemakai internet. Internet sering pula
dijadikan forum komunikasi di antara para peminat di bidang masing-masing.

Dari forum-forum komunikasi tersebut sering pula menimbulkan ide produk yang baru dan inovatif. Banyak fasilitas aplikasi yang tersedia di Internet di antaranya FTP, gopher, usenet, telnet, WWW. Dari berbagai fasilitas ada, WWW merupakan aplikasi yang paling banyak dipakai para pemakai individual maupun profesiona atau bisnis.

Beberapa alasan mengapa para profesional memanfaatkan WWW sebagai media bisnis:

*) Web dapat memantapkan kehadirannya di dunia bisnis.

*) Web memberikan kesempatan bagi perusahaan memasuki jaringan yang lebih global.

*) Web menyediakan informasi bisnis untuk pelanggan dan masyarakat secara luas
*) Web dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan secara lebih baik dengan adanya berbagai fasilitas yang menarik dan interaktif.

*) Web dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk maupun perusahaan.

*) Web menjadi sarana pemberitaan informasi yang sensitif terhadap waktu

*) Web juga dapat dijadikan sarana menjual produk atau tempat transaksi

*) Web dapat menyajikan informasi secara interaktif dengan memanfaatkan
multimedia

*) Web mampu mencapai pasar ditinjau secara demografi sesuai dengan yang diinginkan

*) Web menjadi saran untuk tanya jawab antara pelanggan dengan perusahaan atau sering disebut frequently asked question (FAQ)

*) Web dapat memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk melakukan kontak atau berkomunikasi dengan pramuniaganya secara langsung

*) Web membuka kemungkinan bagi perusahaan memasuki pasar internasional

*) Web dapat mensiptakan pelayanan 24 jam

*) Web memungkinkan melakukan perubahan informasi yang tersedia dengan cepat

*) Web akan memberikan kesempatan pelanggan untuk memberikan umpan balik kepada perusahaan

*) Web dapat dijadikan ajang uji coba terhadap produk dan jasa yang ditawar kan

*) Web dapat dijadikan saran media informasi, publikasi perusahaan dan
promosi. Web dapat mencapai pasar yang terspesilisasi

*) Web juga dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kepada pasar lokal

Dengan melihat manfaat yang dapat diperoleh seperti yang telah disebutkan
di atas, perusahaan dapat melakukan kegiatan-kegiatan untuk memantapkan
bisnisnya dengan cara:

- Katalog online secara elektronis
- Komunikasi satu-satu dengan pelanggan
- Mendukung penjualan
- Dukungan purna jual produk atau jasa
- Mempertajam kehadiran perusahaan
- Iklan produk dan jasa
- Penelusuran order pelanggan
- Pendukung penelitian konsumen
- Rekruitmen tenaga kerja
- Transaksi secara elektronis
- Publikasi secara online
- Penyaluran barang atau distribusi
- Meningkatkan dana investasi
- Sumber bisnis dan jaringan pribadi
- Komunikasi bisnis dengan cara menyediakan tenaga pramuniaga secara online, komunikasi antar kantor, komunikasi jarak jauh dengan suara, konferensi melalui video. Electronic data interchange (EDI)

Read More...

Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Pembelajaran IPS

Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum.
Nama & E-mail (Penulis): arief a. mangkoesapoetra
Saya Guru di SMAN 21 Bandung
Tanggal: 14-05-2004
Judul Artikel: Pemanfaatan Internet sebagai Sumber Pembelajaran IPS
Topik: sumber pembelajaran

PEMANFAATAN INTERNET SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS, SEBUAH KENISCAYAAN
Oleh :
Drs. ARIEF ACHMAD MSP., M.Pd.

Realitas empirik selama ini di tingkat persekolahan memperlihatkan, dalam proses pembelajaran IPS, guru IPS kurang optimal baik di dalam memanfaatkan maupun memberdayakan sumber pembelajaran, karena dalam proses pembelajaran IPS cenderung masih berpusat pada guru (teacher centered), textbook centered, dan monomedia. Adalah tidak dapat dipersalahkan apabila banyak siswa mengganggap proses pembelajaran IPS sebagai sesuatu yang membosankan, monoton, kurang menyenangkan, terlalu banyak hafalan, kurang variatif, dan pelbagai keluhan lainnya.

Padahal pendidikan IPS merupakan synthetic science, karena konsep, generalisasi, dan temuan-temuan penelitian ditentukan atau diobservasi setelah fakta terjadi. Informasi faktual tentang kehidupan sosial atau masalah-masalah kontemporer yang terjadi di masyarakat dapat ditemukan dalam liputan (exposure) media massa, karena media massa diyakini dapat menggambarkan realitas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. Meskipun untuk itu, informasi atau pesan (message) yang ditampilkannya¡Xsebagaimana dapat dibaca di surat kabar atau majalah, didengarkan di radio, dilihat di televisi atau internet¡Xtelah melalui suatu saringan (filter) dan seleksi dari pengelola media itu untuk berbagai kepentingannya, misalnya : untuk kepentingan bisnis atau ekonomi, kekuasaan atau politik, pembentukan opini publik, hiburan (entertainment) hingga pendidikan.

Terlepas dari berbagai kepentingan yang melatarbelakangi pemunculan suatu informasi atau pesan yang disajikan oleh media massa, kiranya tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada masa kini pertemuan orang dengan media massa sudah tidak dapat dielakkan lagi. Tidaklah berlebihan kiranya apabila abad ke-21 disebut sebagai abad komunikasi massa, bahkan dalam pembabakan sejarah umat manusia, McLuhan (1964) menyatakannya sebagai babak neo-tribal (sesudah babak tribal dan babak Gutenberg), yakni masa di mana alat-alat elektronis memungkinkan manusia menggunakan beberapa macam alat indera dalam komunikasi. Adapun Alvin Toffler (1981) menamakannya sebagai The Third Wave.

Sementara itu, seiring dengan pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), akan membawa perubahan bergesernya peranan guru¡Xtermasuk guru IPS¡Xsebagai penyampai pesan/informasi. Ia tidak bisa lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi bagi kegiatan pembelajaran para siswanya. Siswa dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber¡Xterutama dari media massa, apakah dari siaran televisi dan radio (media elektronik), surat kabar dan majalah (media cetak), komputer pribadi, atau bahkan dari internet.

Adalah tidak berlebihan kiranya apabila disebutkan bahwa media massa sangat berpengaruh di dalam pendidikan IPS. Hal ini didasarkan pada berbagai temuan penelitian yang menyiratkan, antara lain, bahwa :

1. Media massa, khususnya televisi, telah begitu memasyarakat;

2. Media massa berpengaruh terhadap proses sosialisasi;

3. Orang-orang lebih mengandalkan informasi yang berasal dari media massa daripada dari orang lain;

4. Para guru IPS perlu memberdayakan media massa sebagai sumber pembelajarannya; dan

5. Para orang tua dan pendidik, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama, dapat meminimalisasikan pengaruh negatif media massa dan mengoptimalkan dampak positifnya. (Adiwikarta, 1988; Nielsen Media, 1989; Dominguez and Rincon, 1992; Prisloo and Criticos, 1994)

Lain daripada itu, massa dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran IPS melalui tiga cara :

1. Media massa dapat memperbaiki bagian content dari kurikulum IPS;

2. Media massa dapat dijadikan alat pembelajaran yang penting bagi IPS; dan

3. Media massa dapat digunakan untuk menolong siswa mempelajari metodologi ilmu-ilmu sosial, khususnya di dalam menentukan dan menginterpretasi fakta-fakta sosial (Clark, 1965 : 46-54).

Tulisan ini mencoba memberikan salah satu solusi alternatif untuk mengatasi problematika sebagaimana dipaparkan di awal tulisan, yakni dengan memanfaatkan salah satu media massa kontemporer¡Xinternet sebagai sumber pembelajaran IPS.

Internet, singkatan dari ¡§internatonal network¡¨, adalah jaringan informasi global, yakni ¡§the largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other¡¨. Internet dicetuskan pertama kali ide pembuatannya oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962. Di Indonesia, internet mulai meluas sekitar tahun 1995, sejak berdirinya indointernet (Purbo, 2000).

Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer (memory minimal 4 mega), harddisk yang cukup, modem (berkecepatan minimal 14.400), sambungan telepon (multifungsi : telepon, faksimile, dan internet), ada program Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya. Selanjutnya hubungi provider terdekat. Andaikan semua prasyarat tadi tidak dimiliki, cukup mendatangi warnet (warung internet) terdekat yang banyak terdapat di kota-kota besar¡Xmaka kita dapat mengakses situs-situs apa saja sesuai dengan kebutuhan kita.

Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya.

Pemanfaatan internet sebagai sumber pembelajaran IPS mengkondisikan siswa untuk belajar secara mandiri. ¡§Through independent study, students become doers, as well as thinkers¡¨ (Cobine, 1997). Para siswa dapat mengakses secara online dari berbagai perpustakaan, museum, database, dan mendapatkan sumber primer tentang berbagai peristiwa sejarah, biografi, rekaman, laporan, data statistik, atau kutipan yang berkaitan dengan IPS (Gordin et. al., 1995). Informasi yang diberikan server-computers itu dapat berasal dari ¡§commercial businesses (.com), goverment services (.gov), nonprofit organizations (.org), educational institutions (.edu), atau artistic and cultural groups (.arts)¡¨

Siswa dapat berperan sebagai seorang peneliti, menjadi seorang analis, tidak hanya konsumen informasi saja. Mereka menganalisis informasi yang relevan dengan pembelajaran IPS dan melakukan pencarian yang sesuai dengan kehidupan nyatanya (real life).

Siswa dan guru tidak perlu hadir secara fisik di kelas (classroom meeting), karena siswa dapat mempelajari bahan ajar dan mengerjakan tugas-tugas pembelajaran serta ujian dengan cara mengakses jaringan komputer yang telah ditetapkan secara online.

Siswa juga dapat belajar bekerjasama (collaborative) satu sama lain. Mereka dapat saling berkirim e-mail (electronic mail) untuk mendiskusikan bahan ajar IPS. Kemudian, selain mengerjakan tugas-tugas pembelajaran dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan guru IPS, siswa dapat berkomunikasi dengan teman sekelasnya (classmates).

Pemanfaatan internet sebagai sistem e-learning memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :

1. Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas;

2. Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa;

3. Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing;

4. Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar/siswa;

5. Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran;

6. Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik pembelajar/siswa; dan

7. Memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on-line.

Selain beberapa kelebihan di atas, ada kelemahan yang mungkin timbul dalam sistem e-learning ini, yaitu tingginya kemungkinan gangguan belajar; sebab sistem tersebut mengkondisikan siswa untuk belajar mandiri, sehingga faktor motivasi belajar menjadi lebih signifikan terhadap keberhasilan belajar siswa. Untuk itu diperlukan adanya semacam penasehat (counsellor) yang memantau dan memotivasi belajar siswa agar prestasi belajarnya tidak menurun, dengan cara mengerjakan tugas-tugas belajar sebaik-baiknya dan secara tepat waktu. Di samping itu juga agar siswa tidak mengakses hal-hal yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan pelajaran atau hal-hal yang bersifat negatif (misalnya membuka situs-situs porno, atau membobol rekening bank dan rahasia perusahaan).

Meskipun begitu, pemanfaatan internet (sistem e-learning) sebagai sumber pembelajaran IPS merupakan sebuah keniscayaan, karena beberapa alasan berikut :

1. Mengingat penduduk Indonesia yang sangat besar dan tersebar di berbagai wilayah, serta terbatasnya daya tampung sekolah dan lembaga pendidikan lainnya, sehingga tidak mungkin dapat menampung mereka yang ingin belajar, maka prospek pemanfaatan internet sebagai suatu pendidikan alternatif cukup cerah;

2. Mendukung pencapaian pembelajaran IPS yang multicultural;

3. Mendorong kemampuan bagaimana belajar untuk belajar (learning to learn);

4. Membawa dampak ikutan yang positif, umpamanya meningkatnya kemampuan berbahasa Inggris; dan

5. Secara psikologis, akses terhadap internet juga menumbuhkan rasa percaya diri karena memungkinkan kita untuk tidak lagi terasing dari informasi sampai yang paling mutakhir.

Penulis adalah guru SMAN 21 Bandung.

PUSTAKA ACUAN

Adiwikarta, S. (1988). Sosiologi Pendidikan : Isyu dan Hipotesis tentang Hubungan Pendidikan dengan Masyarakat. Jakarta : P2LPTK-Ditjen Dikti Depdikbud.

Clark, L.H. (1965). Social Studies and Mass Media. Plainfield, N.J. : New Jersey Secondary School Teachers Association).

Clark, L.H. (1973). Teaching Social Studies in Schools : A Handbook. New York : MacMillan Publishing Co., Inc.

Cobine, G.R. (1997). Studying with the Computer. ERIC Digest. [Online]. Tersedia : http://www.ericfacility.net/ericdigests/ed450069.html. [28 April 2003].

Dominguez and Rincon. (1992). ¡§The Influence of Television¡¨. Dalam Buckingham, et.al. (Eds.). New Direction of Media Education. London : British Film Institute.

Gordin, D.L. et.al. (1995). ¡§Using the WorldWideWeb to Build Learning Communities¡¨. Northwestern University Magazine, April, 1-17.

McLuhan, M. (1964). Understanding Media : The Extensive of Man. New York : McGraw-Hill.

Nielsen Media Research. (1998). Report on Television. New York : A.C. Nielsen Company.

Prinsloo, J. and Criticos, C. (1994). Media Matters. New York : St. Martin Press.

Purbo, O.W. (2000). ¡§Perkembangan Teknologi Informasi dan Internet di Indonesia¡¨. Kompas (28 Juni 2000).

Toffler, A. (1981). The Third Wave. New York : Bantam Books.
Saya arief a. mangkoesapoetra setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Read More...

Peluang dan Tantangan Pemanfaatan Internet dalam Proses Pembelajaran

Arief | Apr 23, 2009
Kategori : PBK |

Penggunaan Internet berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Dicky Moechtar, Direktur Marketing First Media, jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi meskipun persentasenya masih kecil. Internet World Stats memberikan peringkat lima pada Indonesia dengan 25 juta pengguna dalam kategori jumlah pengguna Internet di Asia setelah China pada peringkat pertama dengan 298 juta pengguna, Jepang pada peringkat kedua dengan 94 juta pengguna, India pada peringkat ketiga dengan 81 juta pengguna, serta Korea Selatan dengan 36,8 juta pengguna. Tingkat pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia pun cukup tinggi, yaitu sebesar 1150% pada tahun 2000 hingga 2008.

Berdasarkan fakta tersebut, kita mengetahui bahwa pengguna Internet di Indonesia tidaklah sedikit. Pengguna Internet tersebut mayoritas adalah remaja yang berusia lima belas hingga sembilan belas tahun. Usia tersebut adalah rentang usia pelajar SMA.
Penggunaan Internet tersebut memiliki dapat memberikan dampak positif serta negatif kepada penggunanya. Bagi remaja, sebagai mayoritas pengguna, Internet dapat memberikan dampak positif berupa pemberian sumber informasi bermanfaat yang dapat membantu mengembangkan dirinya. Dampak negatifnya antara lain adalah rusaknya moral akibat situs-situs yang hanya memenuhi kebutuhan hawa nafsu penggunanya, seperti situs yang berisikan pornografi, kekerasan, permainan, dan lain-lain.

Penggunaan Internet sebagai sarana belajar dapat menjadikan salah satu cara untuk meningkatkan dampak positif penggunaan Internet. Hal ini tentu saja membutuhkan peran serta para pendidik dalam pengelolaannya agar penggunaannya dapat terarah dengan baik serta sesuai dengan proses pembelajaran.

Ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk memanfaatkan Internet sebagai media pembelajaran. Pertama, Internet hanya dijadikan sebagai sumber referensi materi pelajaran. Melalui metode ini, peserta didik bisa mendapatkan berbagai informasi yang berhubungan dengan materi yang sedang diajarkan. Dengan demikian, peserta yang didik akan mendapatkan berbagai wacana dari Internet sebelum pengajar menyampaikan materi tersebut.

Metode kedua adalah dengan memanfaatkan blog yang dikelola oleh pengajar. Blog tersebut dapat berisikan wacana-wacana yang diberikan oleh pengajar serta kemudian dikomenteri oleh peserta didik. Dengan demikian, peserta didik harus aktif menanggapi isu-isu yang dilontarkan oleh pengajar di blog tersebut.

Metode ketiga adalah tiap peserta didik dan pengajar mengelola blog masing-masing. Blog pengajar dapat berisikan penugasan-penugasan yang diberikan kepada peserta didik. Peserta didik mengelola blog yang berisikan jawaban dari penugasan-penugasan yang diberikan oleh pengajar. Kemudian, para peserta didik mengomentari tugas yang dibuat oleh peserta lain.

Metode keempat adalah dengan menggunakan sarana jejaring sosial yang berkembang pesat saat ini, seperti Friendster dan Facebook. Sarana jejaring sosial ini digunakan dalam proses belajar karena tidak sedikit remaja yang aktif menggunakannya untuk berkomunikasi dengan teman-teman atau komunitasnya. Pemanfaatan sarana jejaring sosial ini dalam proses pembelajaran pun cukup mudah. Pengguna dapat melakukannya hanya dengan menuliskan tulisan-tulisan ilmiahnya pada fitur yang telah disediakan, contohnya Notes pada Facebook. Namun demikian, yang perlu diperhatikan adalah hal yang menjadi titik tekan pada sarana jejaring sosial ini bukanlah sebagai sarana edukasi tetapi sebagai sarana untuk membangun komunitas pertemanan atau jejaring sosial. Jadi, tentu saja porsi membangun komunitas lebih besar daripada sisi edukasinya,

Metode kelima adalah dengan menggunakan Learning Management System (LMS). Saat ini telah banyak LMS yang populer. Salah satu dari LMS yang populer saat ini adalah Moodle. Dengan penggunaan LMS tersebut, pengelolaan proses pembelajaran akan lebih terjaga dibandingkan dengan empat metode sebelumnya. Hal tersebut karena LMS telah dirancang khusus untuk proses pembelajaran sedangkan yang lain tidak.
Di sisi lain, penggunaan Internet dalam pembelajaran masih memiliki kendala. Setidaknya ada dua kendala yang terjadi saat ini. Pertama, sarana Internet di Indonesia masih terpusat di kota-kota besar saja. Belum mampu menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Kualitas sarana juga masih banyak yang belum baik. Hal ini dapat diatasi dengan penyediaan sarana yang memadai di seluruh Indonesia.
Kedua, tingkat pemahaman pengajar sebagai fasilitator terhadap IT masih berbeda-beda. Ada orang yang dapat dengan cepat beradaptasi dengan teknologi baru. Namun, ada pula yang tidak. Bahkan sering pula terjadi pemahaman pengajar tidak lebih baik daripada peserta didik terhadap perkembangan IT.

Read More...

Pemanfaatan Internet Sebagai Sumber Belajar

Oleh : Noor Fitrihana


A. Pendahululuan

Era globalisasi saat ini merupakan salah satu dampak perkembangan dalam bidang Teknologi Informasi(TI). Perkembangan TI tidak dapat lepas dari teknologi komputer . Hal ini ditunjukkan oleh pesatnya perkembangan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) serta aplikasinya dalam berbagai bidang seperti pendidikan, dunia usaha dan perkantoran dsb. Salah satu perkembangan teknologi komputer adalah teknologi jaringan komputer dan internet. Teknologi ini mampu menyambungkan hampir semua komputer yang ada didunia sehingga bisa saling berkomunikasi dan bertukar informasi. Bentuk informasi yang dapat ditukar dapat berupa data teks, gambar,gambar bergerak dan suara (Tabratas Tharom,dkk,2002).



Dengan adanya internet ini dunia menjadi terasa tanpa batas ruang dan waktu. Dengan adanya internet ini segala bentuk informasi menjadi semakin terbuka. Apa yang baru saja terjadi di berbagai belahan dunia dapat diketahui dengan cepat di belahan dunia yang lain. Kecanggihan teknologi sudah tersedia, dimana melalui teknologi internet kita dapat memperoleh segala macam informasi dan komunikasi mulai dari informasi pendidikan, politik, ekonomi,bahan riset, iklan, gaya hidup, belanja, hiburan dsb yang menyangkut seluruh aspek kehidupan yang terjadi dan ada di seluruh belahan dunia. Ketersediaaan pusat informasi yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun serta berisi tentang apapun yang kita ingin ketahui dan Internet juga memungkinkan terbentuknya jaringan komunikasi multimedia yang begitu luas ke seluruh dunia, alangkah sayang jika tidak termanfaatkan/tidak mampu memanfaatkannya.



Dalam membangun SDM dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengikuti (Up date) perkembangan aplikasi IPTEK didunia Industri agar lulusannya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dari fakta tersebut salah satu cara untuk mampu mengikuti perkembangan IPTEK yang cepat adalah selalu aksese informasi yang up to date dan semua itu dapat di dapat melalui internet.

Diera informasi ini provider provider sudah ada hampir disetiap kota sehingga akses internet menjadi semakin murah dan terjangkau didukung maraknya bisnis warnet yang hampir disetiap sudut bisa kita jumpai. Oleh karena itu kemampuan mengakses internet sudah menjadi tuntutan kompetensi diera global.





B. Pemanfatan Internet Sebagai Sumber Belajar



Proses Belajar adalah proses untuk merubah dari yang tidak tahu menjadi tahu. Maka didalam belajar terdapat informasi informasi (pengetahuan) yang harus diberikan kepada peserta didik. Untuk memperoleh informasi harus dicari dari sumber sumber informasi. Salah satu sumber informasi adalah intrernet. Internet adalah pusat informasi yang multi bidang. Semua aspek kehidupan baik yang berdampak positif maupun negative dapat diakses dan diperoleh dari internet. Oleh karena itu dalam pemanfaatan internet kita harus memiliki filter keimananan serta moralitas yang baik untuk menyeleksi informasi yang akan kita peroleh.

Beberapa manfaat internet untuk kepentingan pembelajaran adalah:



1. Pengembangan Profesional

(a) Meningkatkan pengetahuan
(b) Berbagi sumber informasi diantara rekan sejawat/ sedepartemen
(c) Berkomunikasi keseluruh belahan dunia
(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secara langsung
(e) Mengatur komunikasi secara teratur
(f) Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional .



2. Sumber Belajar/Pusat Informasi

(a). Informesi media dan metodologi pembelajaran
(b). Bahan baku & bahan ajar untuk segala bidang pelajaran
(c). Akses informasi IPTEK

(d). Bahan Pustaka/referensi



3. Belajar sendiri secara cepat :

(a). Meningkatkan pengetahuan
(b). Belajar berinteraktif
(c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian



4. Menambah wawasan, pergaulan, pengetahuan, pengembangan karier

(a). Meningkatkan komunikasi dengan seluruh masyarakat lain
(b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia

(c). Informasi beasiswa, lowongan pekerjaan, pelatihan.

(d). Hiburan dsb



Dan masih banyak lagi manfaat yang bisa diperoleh dari internet sesuaii kebutuhan informasi yang ingin diperoleh. Namun efek efek negative internet pun harus diwaspadai seperti penyebaran virus komputer, pornografi, plagiat, penipuan dan pencurian dsb. Segala fasilitas fasilitas untuk memperoleh informasi sudah tersedia dii Internete, tergantung bagaimana kita mampu memanfaatkannya untuk kebutuhan kita.

Read More...

Pemanfaatan Internet Dalam Penelusuran Informasi

Oleh : Budi Nugroho

Pendahuluan

Perkembangan program komputer untuk melayani kebutuhan manajemen perpustakaan yang secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

a. Penelusuran kandungan informasi semua koleksi yang dimiliki, dan

b. Manajemen sirkulasi (pengadaan, peminjaman, dan pemusnahan) koleksi. Pro, dan pemusnahan) koleksi

Program penelusuran informasi telah digunakan untuk menggantikan sistem kartu katalog. Katalog digital memungkinkan pemakai menelusuri data yang lebih luas dibanding yang tertera di kartu katalog karena kapasitas media penyimpan data elektronis jauh lebih besar dibanding kapasitas kartu katalog konvensional. Kedalam katalog digital dapat dimasukkan intisari/abstrak; bahkan beberapa sistem ada yang memuat rekaman teks utuh dari masing-mnasing koleksi.

Salah satu ciri basis data koleksi perpustakaan adalah ketidak seragaman cantuman (record) baik dalam struktur datanya maupun ukuran masing-masing elemen struktur data. Isi suatu artikel dalam terbitan berkala biasanya diwakili oleh intisari (abstract) sementara isi suatu buku barangkali lebih tepat bila diwakili oleh daftar isinya. Ukuran intisari atau daftar isi sangat bervariasi dari satu buku ke buku yang lain.
Penelusuran Koleksi Perpustakaan

Secara tradisionil, perpustakaan menyediakan kotak yang berisi kartu-kartu katalog. Masing-masing kartu berhubungan dengan salah satu koleksi yang dimiliki perpustakaan yang bersangkutan. Data dalam kartu dikelompokkan menurut judul, pengarang, dan subjek dari koleksi yang bersangkutan. Penelusuran dilakukan dengan mencari kartu yang memuat judul, pengarang atau subjek tertentu dari tumpukan yang disusun berdasarkan urutan abjad. Jika kartu judul, pengarang atau subjek yang dicari telah ditemukan maka berdasar rujukan yang tercantum di kartu itu, koleksi yang bersangkutan dapat diambil dari lokasi yang ditentukan.

Mengingat informasi yang termuat di kartu kurang memadai, pada umumnya perpustakaan mempersilakan pengunjung datang ke lokasi koleksi untuk memeriksa kesesuaian koleksi yang akan dipinjam dengan yang diinginkan. Untuk memudahkan pengunjung melakukan pemilihan bahan-bahan yang dibutuhkan, koleksi-koleksi dengan subjek yang bersesuaian disimpan di lokasi yang berdekatan. Pengelompokan ini memunculkan standar nomor klasifikasi yang bersama-sama dengan inisial judul dan pengarang kerap digunakan sebagai identitas suatu penerbitan. Kesulitan utama dari klasifikasi ini adalah seringnya dijumpai suatu koleksi dengan materi isi yang bisa dimasukkan ke dalam beberapa kelas yang berbeda. Sebagai contoh, suatu koleksi yang membahas “rekayasa perangkat lunak” dapat dimasukkan ke dalam kelas “ilmu komputer” dan sekaligus kelas “manajemen”.

Sistem katalog digital dapat mengatasi persoalan kelasifikasi koleksi. Pencarian sumber informasi tertentu dapat dimulai dengan menentukan kata-kata kunci yang relevan. Proses dilanjutkan dengan mendapatkan rujukan ke semua koleksi yang mengandung kata-kata kunci yang telah ditentukan tersebut. Jika temuan kurang memadahi, pencarian diulang dengan mencoba kata-kata kunci yang lain. Jika sistem memberikan temuan terlalu banyak, pencarian diulang dengan menggunakan operator logika “AND” di antara kata-kata kunci untuk mempersempit cakupan pencarian. Jika diperlukan, tambahkan operasi “AND” dengan kata kunci yang lebih spesifik.

Penelusuran dengan sistem katalog digital masih mewarisi permasalahan katalog kartu dalam hal pemilihan kata-kata kunci yang tepat. Karena tidak ada batasan jumlah, pemakaian katalog digital cenderung memasukkan kata kunci sebanyak-banyaknya untuk mencari koleksi tertentu. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya akurasi hasil penelusuran. Permasalah lain muncul dari dimungkinkannya penelusuran koleksi dengan menggunakan potongan kata bebas (tidak terikat pada kata-kata kunci baku). Penelusuran dengan potongan kata bebas dapat meningkatkan hasil temuan karena dalam beberapa hal dapat mengatasi variasi kata karena imbuhan namun dalam beberapa hal lain justru dapat membelokkan arah penelusuran. Misalnya, penelusuran dengan kata “angka” akan
menghasilkan rujukan ke kata “rangka” juga.

Dalam sistem yang kompleks, basis data dapat diisi dengan “semantik” dari setiap kata yang dihubungkan dengan kata lain. Kata “bunga” akan dikaitkan dengan koleksi kelas perekonomian jika diinputkan bersama dengan kata “bank” dan akan dikaitkan dengan koleksi kelas tanaman bila diinputkan dengan kata “kuncup”. Untuk membangun sistem penelusuran informasi yang kompleks semacam ini diperlukan penelitian yang menyangkut banyak bidang ilmu.

Penelusuran Internet

Kita dapat mengakses internet jika memiliki: komputer, modem (alat yang mengubah sinyal digital dari komputer menjadi analog untuk ditransmisikan ke jaringan tilpun), saluran tilpun, serta hubungan dengan ISP (Internet Service Provider/perusahaan yang bertugas melancarkan hubungan kita dengan jaringan internet).

Ada banyak manfaat yang kita dapatkan dari internet, namun hendaknya kita juga harus mempertimbangkan segi negatif yang dapat terjadi, misalnya: menyita waktu, penyebaran virus, adanya informasi yang tidak diperlukan dan pornografi, penipuan, arisan berantai, perjudian, dan iklan palsu.

Manfaat internet Ada beberapa manfaat internet, yaitu:

· Untuk mendapatkan infomasi keperluan pribadi dan profesional

· Sebagai sumber data, internet juga memungkinkan terjadinya globalisasi informasi

· Sebagai sarana untuk kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.

· Sebagai media komunikasi, untuk mengikuti perkembangan teknologi, menjembatani lembaga pemerintah, Universitas, serta sarana diskusi yang bersifat global

· Penunjang sistem belajar jarak jauh

· Sebagai sarana hiburan dan hobi

· Menghemat biaya, administrasi, dan cetak yang biasanya dilakukan dengan mengirim surat melalui pos atau fax, karena biaya penggunaan tilpun dinyatakan dengan pulsa lokal.

Penelusuran informasi dapat dilakukan jika kita memiliki address yang dimaksud, misalnya: http://www.geocities.com.CapeCanaveral/Hall/3928, merupakan adres newsletter “Warta Astronomi”, www.amazone.com, adalah adres untuk mengetahui atau membeli buku baru terbitan dunia. Jika tidak memiliki adres suatu informasi kita dapat menggunakan fasilitas Search Engine yang terdapat dalam Web Site: Google, Yahoo, Lycos, Altavista, Infoseek, Excite, dan lain-lain. Dalam penggunaan fasilitas tersebut kita harus mengikuti langkah-langkah yang disediakan. Adakalanya harus mencantumkan simbol tertentu seperti tanda kutip, plus, minus, asterik, dan lain-lain pada saat menuliskan subyek yang dicari. Sebaiknya kita menuliskan kata kunci yang sederhana serta menghindari browsing pada direktori subyek.

Read More...

Rabu, 24 Juni 2009

TEKNOLOGI TERBARU MEMORI KOMPUTER "MRAM" 10 KALI LEBIH CEPAT DARI RAM


Kecepatan komputer selalu didambakan oleh siapa saja. Berbagai usaha dan penelitian terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan komputer. Beberapa waktu yang lalu super komputer tercepat di dunia telah hadir untuk membantu militer amerika melakukan perhitungan. Kini giliran sebuah teknologi di bidang Memory komputer.



Sebelumnya Anda pasti pernah mendengar istilah RAM (Ramdom Access Memory) untuk menyebut memory komputer. Memory RAM ini memiliki berbagai jenis mulai dari EDO RAM, DDR1, DDR2 dan beberapa jenis lainnya.

Namun ternyata RAM saja elum cukup untuk memuaskan kebutuhan manusia akan tuntutan kecepatan. Oleh karena itu, Fisikawan dan Insinyur Jerman mengembangkan sebuah jenis memory baru.

Memory tersebut diberi nama Magnetoresistive Random Access Memory (MRAM), memory ini bukan hanya lebih cepat daripada RAM tetapi juga Lebih hemat Energi. Kehadiran MRAM sepertinya akan meningkatkan perkembangan mobile computing dan level penyimpanan dengan cara membalik arah kutub utara-selatan medan magnit.

IBM dan beberapa perusahaan pengembang yang lain berencana menggunakan MRAM, MRAM ini akan memutar elektron-elektron untuk mengganti kutub magnet. Hal ini juga dikenal sebagai spin-torque MRAM (Torsi putar MRAM) teknologi inilah yang kini sedang dikembangkan oleh para fisikawan dan insinyur Jerman.

Dengan membangun pilar-pilar kecil berukuran 165 nano meter, akan mengakibatkan magnet variabel pada atas lapisan akan mengakibatkan arus listrik mengalir dari bawah ke atas dan akan memutar posisi elektron. Medan magnet ini akan berubah dan hanya membutuhkan sedikit waktu untuk merubah kutub medan magnet ini. Kemudian kutub utara dan selatan akan bertukar.

Jika anda bingung dengan proses di atas, tidak usah dihiraukan juga tidak apa-apa. Atau kalau mau membaca sendiri yang versi inggris disini.

Yang pasti, kecepatan MRAM mencapai 10 kali lipat kecepatan RAM. KEcepatan ini masih bisa terus dikembangkan dimasa depan.

Read More...

Selasa, 16 Juni 2009

Inovasi Manajemen Teknologi di Era Globalisasi

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan syarat mutlak agar dapat bersaing di dunia global. Namun, Indonesia ternyata masih belum siap menghadapinya. Maka perlu usaha untuk meningkatkan kompetensi di era globalisasi.

Pasca Sarjana, ITS Online - Era perdagangan bebas dan globalisasi sudah berjalan beberapa tahun. Tetapi, Indonesia belum siap menghadapinya. Buktinya, Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Malaysia, Korea bahkan Vietnam dan Philipina. Terdorong realitas tersebut, Program Studi Magister Managemen Teknologi ITS (MMT) mengadakan Seminar Nasional Managemen Teknologi selama dua hari, Jumat (25/2) hingga Sabtu (26/2) kemarin.

Ketua panitia seminar, Iwan Budhiarta Ssi MT mengatakan, acara ini merupakan salah satu wadah untuk bertukar informasi, ilmu dan teknologi terbaru. "Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan serta mengukur kesiapan kita demi memenangkan kompetensi di tingkat global," ujar Iwan.

Antusiasme terhadap seminar bertema Inovasi Manajemem Teknologi sebagai Strategi Menyongsong Globalisasi ini ditunjukkan dengan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Diantaranya, Sulawesi Selatan, Jawa Barat dan Jakarta. "Institusinya pun beragam, ada yang dari ITB, PT PAL sertaTrisakti," ujar Iwan. Komposisinya, 90 persen dari kalangan akademis sedangkan sisanya golongan praktisi.

Seminar yang mampu mendatangkan 150 peserta ini menyajikan lima makalah utama mengenai bidang manajemen teknologi industri, transportasi, proyek, informasi dan ‘Competitive Intellegence’. "Untuk presentasi, kami membaginya dalam lima sub topik sebagai hasil kombinasi teori dan pengalaman praktek peserta," kata Iwan melanjutkan. Menariknya, makalah itu ada yang berasal dari Ritsumeikan University of Japan.

Salah satu materi berjudul Kemampuan Inovasi sebagai Dasar bagi Peningkatan Daya Saing Global, dibawakan oleh Dr Ir Kuntoro Mangkusubroto Msc. Beliau mengatakan, untuk memenangkan persaingan, perusahaan harus kita ubah Akan tetapi berubahnya harus sesuai dengan apa yang dituju. "Persaingan bukan sekedar memenangkan atau mengalahkan pesaing," ujar mantan Menteri Pertambangan ini menegaskan. Namun hal itu akan berkaitan dengan dampaknya baik pada skala lokal, nasional bahkan antar negara.

Ada empat tahapan untuk meningkatkan daya saing. Tahapan itu adalah reaktif, kompetitif pada produk, proses dan pada kemampuan intelektual. Kuntoro juga mengungkapkan, kita pasti kalah bersaing bila kita tidak mampu memanfaatkan gerakan bebas di semua faktor usaha secara optimal. Gerakan bebas yang dimaksud yaitu rekayasa keuangan, pengetahuan, informasi, dan sebagainya. "Karena pesaing kita justru yang akan memanfaatkannya dengan lebih baik," tandas dosen ITB ini. (th@/rin)

Read More...